Terima Kasih, Anda Telah Mengunjungi Bappeda Kabupaten Blora; Lomba desain web profil dinas/instansi dan lomba Krenova 2014 dapat dilihat di website Bappeda "bappeda.blorakab.go.id atau di http://bappedablora.blogspot.com; Anda dapat mengunjungi website resmi Bappeda Blora; bappeda.blorakab.go.id;Dimohon foto atau laporan kegiatan bidang dan sekretariat yang perlu dipublikasikan agar diemailkan ke alamat bappeda@blorakab.go.id atau bappedablora@gmail.com dengan subyek "bahan sosialisasi blog"
Showing posts with label DDA. Show all posts
Showing posts with label DDA. Show all posts

Friday, 19 September 2014

Data Blora Dalam Angka Sebagai Dasar Perencanaan


Senin, 15 September 2014 lalu Bappeda Blora mengundang semua tim kontributor data Blora Dalam Angka 2014 di Gedung Pertemuan setempat. Acara yang dihadiri kurang lebih 60 orang itu mengekspose hasil pengumpulan data yang telah dilakkan sejakn Bulan Januari 2014. Kepala Bappeda Blora Samgautama, dalam pengantarnya mengatakan bahwa data Blora Dalam ANgka yang diekspose ini sebagai dasar perencanaan pembangunan pada tahun mendatang. Selain itu, Pak Sam juga mengingatkan kepada peserta bahwa data Blora Dalam Angka dapat digunakan sebagai indikator penilaian kinerja pemerintah daerah. Untuk itu, Pak Sam mengajak kepada seluruh peserta tim kontribusi data agar meneliti kebenaran dan keabsahan data yang dikumpulkan, karena hal ini berpengaruh kepada out put kegiatan yang akan dicapai, sekaligus sebagai bahan evaluasi kinerja masing-masing unit kerja. Sementara itu Funny Susanto Kepala BPS Kabupaten Blora, saat diminta menyampaiakan sambuatan ekspose BDA mengatakan bahwa idealnya, penerbitan Daerah Dalam Angka Bulan April agar dapat dimanfaatkan perencanaan. Namun demikian, pengalaman tim penyusun selama menggeluti tugas pengumpulan data, rata-rata berkomentar bahwa SKPD masih ada yang lamban dalam memberikan laporan yang diminta. "Hal ini menurut pengamatan kami disebabkan oleh karena tidak semua SKPD memelihara data secara rapi dan tertib", imbuhnya. Selain itu juga ada kendala lain yang sering dijumpai oleh tim penyusun antara lain adalah data yang dikirim sering hilang, petugas yang menangani dipindah, tidak ada contact person, data yang dikumpulkan tidak series. Di sesi tanya jawab, banyak peserta yang memberikan apresiasi dalam menebitkan data BDA antara lain data ijin tebang tidak menjadi kewenangan Dinas Kehutanan lagi, karena sudah ada Surat Keputusan Asal Usul kayu yang diterbitkan oleh perangkat desa. Anggota tim kontribusi data dari Pengadilan Agama menyatakan bahwa data talak dan cerai menjadi kewenangan Kantor Pengadilan Agama, bukan Kantor Kementerian Agama. Maka agar dimintakan langsung ke Kantor Pengadilan Agama, tidak lagi dimintakan kepada Kantor Kementerian Agama. Anggota lain dari BPN juga menyampaiakan keluhan bahwa data luas penggunaan sawah bukan menjadi kewenangan Badan Pertanahan Nasional, dan tidak mempunyai rincian penggunaan lahan. BPS hanya mencatat status kepemilikan lahan saja, tidak menghitung luas penggunaan lahan.Anggota dari Dinas Kehutanan menyampaikan bahwa data kehutanan agar ditambah data tentang jenis kayu dari masing-masing KPH, data produksi kayu olahan, dan data Provisi Sumber Daya utan (PSHD) per jenis kayu sesuai KPH.  
Mengaikhiri acara ekspose, Kepala Bidang Litbangsta Rini Setyowati menghimbau kepada peserta agar penerbitan data Daerah Dalam Angka tahun mendatang lebih lengkap, konsisten dan berkualitas, diperlukan langkah-langkah inovatif seperti membagi kuesioner lebih awal, menetapkan Contact Person dari masing-masing SKPD, dan menetapkan target yang diinginkan. Data yang masih belum lengkap, dan masih dalam perbaikan agar segera disusulkan paling lambat tanggal 23 September 2014. (A. Mahbub Djunaidi)

Tuesday, 2 September 2014

DDA Data Primadona



Peserta Bintek Penyusunan DDA di Bappeda

Data dibutuhkan dalam setiap proses perencanaan pembangunan. Data digunakan sebagai dasar perencanaan (Planning), alat pengawasan (controlling), dan dasar evaluasi (evaluation). Sebagai raw material didalam proses perencanaan pembangunan, data mempunyai peranan yang sangat penting terhadap penentuan rencana pembangunan itu sendiri. Data yang kurang baik atau kurang lengkap tentu akan berdampak pada kesalahan didalam membuat rencana pembangunan. Demikian pernyataan Kepala BPS Blora Fenny Susanto melalui Kepala Seksi IPDS Muhamad Yamani saat memberikan paparan di hadapan peserta Bimbingan Teknis (Bintek) Penyusunan Daerah Dalam Angka, 25-26 Agustus di Bappeda Blora.
Bintek  yang diikuti semua kontributor DDA ini diharapkan mempunyai pemahaman yang sama bahwa tidak semua data layak digunakan baik dalam proses perencanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan. Untuk itu data yang diminta oleh tim penyusun agar dipenuhi karena telah dipertimbangkan segi kemanfaatan data terhadap proses pembangunan. Lebih lanjut Yamani menjelaskan bahwa untuk memenuhi kelayakan data agar dapat digunakan sebagai bahan dasar perencanaan pembangunan maka data harus berkualitas, maka data yang dikumpulkan harus dijamin tingkat kehandalan (reliable) dan tingkat kemanfaatan, tepat waktu (up to date), relevan, data harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya (Objektif), data mewakili objek yang diteliti/diamati (Representatif) dan mengandung sedikit kesalahan (minimum error).
Untuk mengetahui tingkat kebutuhan data, BPS Kabupaten Blora melakukan survei terhadap pengunjung dan pengguna Pelayanan Statistik Terpadu (PST) dengan tujuan untuk mengetahui jenis media yang paling sering dikunjungi, mengetahui jenis layanan yang paling banyak digunakan, Jenis publikasi dan data yang paling banyak dibutuhkan. Hasil survei tersebut diperoleh informasi bahwa responden berpendapat kalau DDA merupakan data yang paling primadona (publikasi paling banyak) dicari dan dibutuhkan, kedua merupakan sarana promosi potensi daerah dan merupakan bahan perencanaan dan ketiga sebagai evaluasi terhadap pembangunan. Menurut Kepala BPS Blora Fenny Susanto melalui Kepala Seksi IPDS Muhamad Yamani mengatakan bahwa kendala yang dihadapi dalam menyusun DDA antara lain pemasukan data dari sumber data tidak tepat waktu, data yang masuk tidak sesuai dengan format yang diberikan, data yang masuk tidak konsisten baik dalam tabel, antar tabel maupun dengan data tahun2 sebelumnya, Contact Person dari instansi yang tidak tetap karena terjadi mutasi. (A. Mahbub Djunaidi)

Friday, 29 August 2014

Review Daerah Dalam Angka

Sebagai langkah untuk mengetahui seberapa luas cakupan informasi yang terkandung dalam Daerah Dalam Angka yang diterbitkan tahun 2010 sampai dengan tahun 2014, Bappeda Blora melakukan review Daerah Dalam Angka. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Penelitian Pengembangan dan Statistik pada Bappeda  Blora, Rini Setyowati, SE saat menyampaiakan materi Bimbingan Teknis Penyusunan Daerah Dalam Angka tanggal 25-26 Agustus 2014 di Bappeda Blora. Bimbingan teknis yang dihadiri oleh kontributor data DDA ini dikandung maksud sebagai salah satu ajang komunikasi abtara tim penyusun dengan kontributor data sehingga permasalahan data yang tidak sesuai distribusi maupun pengiriman permintaan data dapat dievaluasi dan diluruskan sebagai mana mestinya. Sementera itu Bappeda Blora juga menugaskan tim review Daerah Dalam Angka sebagai bahan untuk memberikan masukan kepada kontributor DDA yang mempunyai data dasar. Rini mengatakan bahwa review yang digarap oleh Bappeda Blora adalah bertujuan untuk menganalisa kebutuhan data apa saja yang belum terpenuhi dalam Daerah Dalam Angka yang diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melalui Bappeda. Anis (panggilan akrab Rini Setyowati) juga mengatakan bahwa dda beberapa data yang ditemukan oleh tim review DDA dan perlu ditambahkan dalam terbitan DDA selanjutnya antara lain tentang struktur dan karakteristik geologi Kabupaten Blora, potensi kandungan geologi, daerah aliran sungai, sungai, danau dan rawa debit air di Kabupaten Blora, kawasan budidaya, kawasan lindung, potensi pengembangan wilayah, wilayah rawan bencana, kegiatan pembinaan terhadap LSM, ormas dan OKP, rasio jumlah Polisi Pamong Praja per 10.000 penduduk, jumlah Linmas per jumlah 10.000 penduduk, rasio Pos Siskamling per jumlah desa/kelurahan, angka partisipasi angkatan kerja, angka sengketa pengusaha-pekerja per tahun, tingkat partisipasi angkatan kerja, pencari kerja yang ditempatkan, tingkat pengangguran terbuka, keselamatan dan perlindungan, perselisihan buruh dan pengusaha terhadap kebijakan pemerintah daerah, sarana sosial seperti panti asuhan, panti jompo dan panti rehabilitasi, PMKS yg memperoleh bantuan social, penanganan penyandang masalah kesejahteraan social, banyaknya ternak besar , ternak kecil menurut kecamatan, banyaknya unggas menurut kecamatan, banyaknya ternak yng masuk pasar hewan menurut kecamatan, banyaknya ternak yang laku menurut kecamatan, banyaknya ternak yang dipotong di RPH/Luar RPH, produksi daging, telur dan susu menurut kecamatan, jumlah jaringan komunikasi, rasio wartel/warnet terhadap penduduk, jumlah surat kabar nasional/local, jumlah penyiaran radio/TV local, web site milik pemerintah daerah, persentase penduduk yang menggunakan HP/telepon, jumlah dan macam pajak dan retribusi daerah, jenis dan jumlah bank dan cabang, jenis dan jumlah perusahaan asuransi dan cabang. (A. Mahbub Djunaidi)

Wednesday, 27 August 2014

DDA sebagai Dasar Kebijakan Fiskal



Pak Komang di hadapan peserta bintek DDA
Asisten Administrasi Setda Blora Komang Gede Irawadi, di depan peserta Bimbingan Teknis Penyusunan Daerah Dalam Angka yang digelar di Gedung Pertemuan Bappeda Blora, 25-26 Agustus 2014 menjelaskan bahwa publikasi Daerah Dalam Angka adalah publikasi tahunan, yang merupakan kelanjutan publikasi sejenis dari tahun-tahun sebelumnya. Seperti diketahui sebagian peserta bahwa Daerah Dalam Angka menyajikan beragam jenis data dari berbagai instansi yang ada di daerah, baik instansi pemerintah maupun swasta,  untuk memberikan gambaran umum tentang geografi, iklim dan keadaan sosial ekonomi di daerah tersebut. Lebih lanjut Pak Komang (panggilan akrab Komang Gede Irawadi) menandaskan bahwa DDA digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan untuk penentuan kebijakan fiskal, kebijakan moneter, kebijakan moneter, kebijakan sektoral industri, perdagangan, energi, dan pangan.  
Sebagai tolok ukur seberapa jauh pembangunan telah mencapai hasil yang diharapkan dan bagaimana dampaknya juga merupakan sebagian dari manfaat disusunnya DDA bagi pemerintah daerah. Selain itu, bagi masyarakat dan peneliti DDA dapat dimanfaatkan sebagai sumber data untuk penelitian. Dengan DDA, kita akan mampu memberikan informasi data kuantitatif sebagai salah satu bahan penyusunan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan. Menyediakan data statistik yang lengkap, akurat, dan mutakhir dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif, dan efisien guna mendukung pembangunan nasional adalah sebagai langkah positif dalam menyediakan data. Pak Komang juga mengingatkan bahwa DDA yang disusun oleh pemerintah kabupaten itu sangat mendukung pembangunan nasional dan sebagai salah satu alat untuk mengembangkan Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif, dan efisien. Dengan  demikian diharapkan agar DDA yang disusun itu mampu meningkatkan kesadaran masyarakat masyarakat akan arti dan kegunaan statistik. Di satu sisi DDA tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Untuk mengetahui kualitas suatu data, Komang memberikan beberapa tips antara lain melihat dari beberapa aspek. Pertama aspek ketepatan, kedua aspek konsistensi, ketiga aspek sensibilitas. Secara teoritis dijelaskan bahwa kualitas data sangat ditentukan oleh metode pengumpulan, metode pengolahan, editing dan processing. "Namun dalam praktek sehari-hari, kualitas data juga dipengaruhi oleh masyarakat yang diteliti atau responden, aparat pengumpul dan pengolahannya, metode,  predicted,  prosestase error sampling dan unpredicted", tandas Komang. (A. Mahbub Djunaidi, Kasubbid Statistik Bappeda Blora)

Masyarat Peduli Data

Kepala Bappeda sedang menyampaikan materi bintek DDA
Data baru ada fungsinya bila mengerti manfaat data, demikian pernyataan Kepala Bappeda Ir. Samgautama Karnajaya, MT saat menjadi nara sumber Bimbingan Teknis (Bintek) Daerah Dalam Angka di Gedung Bappeda Blora tanggal 25-26 Agustus 2014. Bintek atau workshop yang diikuti oleh 60 peserta kontributor data ini sangat diapresiasi oleh peserta karena sebagai sarana komunikasi dan sharing data. Sebagian ada yang mengeluh bahwa data yang diminta tidak menjadi kewenangan salah satu dari peserta. Melalui bintek yang difasilitasi oleh Bappeda, maka data tersebut dapat dilimpahkan kepada peserta lain yang mempunyai kewenangan mengeluarkan data.
Lebih lanjut Pak Sam (panggilan akrab Samgautama) menyampaikan bahwa saat ini masyarakat sudah berani mengkritisi data yang dipublikasikan oleh pemerintah daerah. "Beberapa saat yang lalu pernah diprotes oleh masyarakat tentang data jumah penduduk menurut agama ada yang perlu ditinjau", paparnya kepada peserta bintek. Untuk mengatasi hal tersebut Pak Sam juga menghimbau kepada peserta agar mencermati data yang telah disampaikan kepada Bappeda ketika ekspose data Daerah Dalam Angka. Selain itu Pak Sam menyampaikan bahwa Bappeda Blora merencanakan membuat e-data sebagai langkah awal untuk menyiapkan data base yang digunakan dasar dalam perencanaan pembangunan. "Saat ini Bappeda Blora baru menyiapkan e-planning, dalam waktu yang tidak terlalu lama, Bappeda akan menyusun e-data", tambahnya. Menurutnya, dengan adanya e-data, nantinya akan mampu mengestimasi anggaran, karena data yang digunakan sebagai dasar perencanaan telah disusun secara valid dan di update setiap semesteran.
Untuk update data semesteran, Bappeda telah mengambil langkah inovasi berupa peluncuran tim wawancara dan update data desa yang anggotanya dari TNI/Polri. Hal ini dilaksanakan setelah dilaksanakan kordinasi aktif antara Bappeda dengan TNI/Polri tentang pentingnya data bagi penyelenggara pemerintah. Di satu sisi, TNI/Polri juga membutuhkan data sebagai langkah pengamanan dan pertahanan di wilayah Kabupaten Blora. Dalam kesempatan yang berbeda Kapolres Blora Mujiyono melalui Kabagren I Gede Arda mengatakan bahwa Polri selalu siap dalam mengamankan pemerintah. "Kami juga memerlukan data dalam menyusun perencanaan pengamanan di wilayah Kabupaten Blora", jelasnya. Demikian pula halnya Dandim Blora Letkol Afirul Mutaqin melalui Pasi Ter Kapten CHB Sudiyono menjelaskan bahwa TNI siap mengawal dalam menyusun data berbasis desa dan kecamatan. "Kami siap membantu pemerintah daerah dalam mendataan mulai dari desa agar peta pertahanan di wilayah Kabupaten Blora dapat kami sempurnakan bersama-sama dengan pemerintah Kabuaten Blora melalu Bappeda", tuturnya. (A. Mahbub Djunaidi, Kasubbid Statistik Bappeda Blora)

Sunday, 24 August 2014

Bintek DDA 2014


Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman PNS di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Blora tentang Data Pendukung Perencanaan Pembangunan, Bappeda Blora akan menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penyusunan Daerah Dalam Angka (DDA) pada tanggal 25-26 Agustus 2014 di Ruang Pertemuan Lt. II Bappeda. Demikian keterangan yang diperoleh dari Kepala Bappeda Blora Ir. Samgautama Karnajaya, MT kepada seluruh karyawan Bappeda saat rapat evaluasi kinerja Bappeda akhir pekan lalu. Menurut Pak Sam, tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah untuk memberikan pemantapan kepada penyedia data dari dinas/instansi sebagai sumber data dalam DDA. Sementara itu Kepala Bidang Litbang dan Statistik Rini Setyowati, SE mengharap kepada semua peserta bintek agar mempunyai persepsi yang sama akan pentingnya update data DDA. 
Adapun Jadual Bintek yang diselenggarakan tanggal 25-26 Agustus 2014 dijelaskan seperti berikut :

NO.
HARI/TGLWAKTUURAIANNARA SUMBERKET
1.Senin, 25/08/201408.00-10.00Daerah Dalam Angka dalam Perspektif Perencanaan Ir. Samgautama Karnajaya, MTBappeda
10.00-10.10Coffe break
10.10-12.10Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Penyusunan Daerah Dalam Angka I Gede Komang Irawadi, SE,M.SiAssisten Setda Blora
12.10-13.00IsomaPanitia
13.00-15.00Review Terbitan Blora Dalam Angka Tahun 2009-2013Rini Setyowati, SEBappeda
2.Selasa, 26/08/201408.00-10.00Bedah Masalah : Pengumpulan Daerah Dalam Angka BPS Blora BPS Blora
10.00-10.10Coffe break
10.10-12.10Prosedur Membuat Link Data pada Website Pemkab BloraDPPKKI BloraDPPKKI Blora
12.10-13.00Isoma
13.00-15.00Web Site Profil Daerah dan Blog SKPD Dalam Mensinergikan Data Daerah Dalam AngkaMahbub DjunaidiBappeda